Pengertian Ekonomi Digital dan Contohnya

 

Pengertian Ekonomi Digital dan Contohnya

Katalisnet.com — “Ekonomi Digital Berpeluang Jadi Penggerak Utama Ekonomi RI.” Demikian diberitakan Republika.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perusahaan-perusahaan domestik yang ikut bergerak dalam digitalisasi ekonomi untuk terus mengembangkan ekosistem usahanya (digitalisasi bisnis).

Perusahaan yang didukung itu termasuk sejumlah perusahaan rintisan (startup) yang memang sejak lahir sudah memiliki konsep bisnis di sektor digital ekonomi (digital economy).

Apa itu ekonomi digital?

Ekonomi digital adalah segala bentuk aktivitas ekonomi yang memanfaatkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini termasuk kepada transaksi jual beli, marketing, dan lainnya yang dapat memengaruhi perekonomian.

Baca Juga

Dilansir Wikipedia, ekonomi digital mengacu pada ekonomi yang didasarkan pada teknologi komputasi digital, meskipun kita semakin menganggap ini sebagai menjalankan bisnis melalui pasar berbasis internet dan World Wide Web.

Contoh terbaik dari digital ekonomi adalah munculnya platform digital seperti Amazon, Uber, dan Airbnb. Perusahaan-perusahaan ini menghubungkan pelaku pasar bersama di dunia maya. Mereka mengungkapkan harga optimal dan menghasilkan kepercayaan di antara orang asing dengan cara baru.

Ekonomi digital juga disebut sebagai Ekonomi Internet, Ekonomi Baru, atau Ekonomi Web. Namun, menurut Technopedia, ekonomi digital adalah istilah untuk semua proses, transaksi, interaksi, dan aktivitas ekonomi yang didasarkan pada teknologi digital.

Ekonomi digital berbeda dari ekonomi internet karena ekonomi internet didasarkan pada konektivitas internet, sedangkan ekonomi digital lebih luas didasarkan pada salah satu dari banyak alat digital yang digunakan di dunia ekonomi saat ini.

Ketika berbicara tentang ekonomi digital, banyak orang menunjuk pada gangguan dan transformasi pasar berdasarkan teknologi digital.

Ada banyak penelitian yang dilakukan tentang bagaimana teknologi dengan cepat mengubah dunia, tidak hanya dalam ekonomi, tetapi juga dalam masyarakat secara keseluruhan. Namun, program seperti MIT’s Initiative on the Digital Economy adalah titik studi khusus tentang bagaimana transformasi digital memengaruhi pasar.

5 Tantangan Digital Ekonomi di Indonesia

Revolusi Industri 4.0 mendorong berbagai negara di dunia untuk terus berinovasi dalam ranah perekonomian digital. Melakukan inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada memang tidak selalu mudah.

Ada berbagai macam tantangan yang dihadapi melalui strategi-strategi yang terencana. Dirilis laman resmi Kementerian Investasi, setidaknya ada lima tantangan digital ekonomi di Indonesia.

1. Cyber Security

Cyber security (keamanan siber) masih menjadi tantangan utama di berbagai negara dalam hal perekonomian digital. Begitu pula dengan investasi digital ekonomi Indonesia.

Sebagai negara berkembang yang memiliki peluang besar, Indonesia memiliki arus transaksi online yang semakin meningkat setiap tahun. Hal ini akan menjadi celah baru bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan terhadap dunia cyber. Bahkan negara kita pernah mendapat 1.225 miliar serangan siber setiap hari.

Salah satu bentuk serangan cyber ini adalah ransomware yang dapat menyerang website yang bergerak di perekonomian digital. Kasus yang dapat dijadikan pelajaran adalah bagaimana ransomware dapat membobol bank sentral Bangladesh dan Malaysia. Akibatnya, kerugian yang cukup besar pun tak bisa dihindari.

2. Persaingan yang semakin ketat

Perekonomian digital juga membawa persaingan pasar semakin ketat. Berkembangnya e-commerce seolah menjadi keran masuknya produk-produk dari negara lain ke Indonesia dengan mudah. Akibatnya, produk-produk lokal pun jika tidak berkembang akan tergerus oleh produk dari negara lain yang cenderung dijual dengan harga terjangkau.

Misalnya saja membanjirnya produk-produk dari Cina, Singapura, dan Jepang. Ditambah lagi sat ini masih minim produk dari UMKM yang masuk dalam ranah e-commerce.

Di sinilah diperlukan adanya sinergi dari pihak pemerintah maupun swasta agar produk lokal ini dapat bersaing. Baik melalui pembinaan hingga bantuan inovasi supaya di masa mendatang produk lokal dapat menikmati keuntungan dari adanya investasi digital ekonomi Indonesia.

3. Pembangunan sumber daya manusia

Tantangan selanjutnya dalam menghjadapi investasi digital ekonomi Indonesia ialah mengenai sumber daya manusia (SDM). Hal ini tentu menjadi PR bagi pemerintah di negara-negara berkembang seperti Asia Tenggara, termasuk pula di Indonesia.

Pada tahun 2017, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Google menyebutkan bahwa di Asia Tenggara sumber daya profesional dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital masih minim.

Seperti pekerjaan rumah di negara-negara berkembang, tenaga kasar masih mendominasi sumber daya dalam hal sistem perekonomian. Tantangan ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Salah satu pemecahannya ialah pemerintah lagi-lagi harus bekerja sama dalam mengedukasi masyarakat dan mempersiapkan sistem pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman jika ingin memiliki daya saing yang baik dalam menghadapi ekonomi digital saat ini.

4. Ketersediaan akses internet yang mumpuni

Sama halnya dengan pembangunan sumber daya manusia, faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah mengenai infrastruktur. Dalam hal ini, yang menjadi poin penting adalah ketersediaan akses internet mumpuni di hampir seluruh wilayah. Sebab, akses internet inilah yang memengaruhi investasi digital ekonomi di Indonesia.

Saat ini akses internet masih terpusat di pulau-pulau terbesar saja seperti Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Sedangkan wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dinilai masih minim.

Data tersebut dilansir oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia pada 2017 lalu. Diharapkan dengan adanya program pembangunan internet, nantinya bisa mendorong peningkatan perekonomian.

5. Regulasi yang belum mengikuti perkembangan zaman

Tantangan lainnya ialah mengenai adanya regulasi dan dasar hukum yang perlu dirancang untuk mengikuti perkembangan zaman. Hukum klasik yang menyebutkan bahwa hukum selalu berjalan tertatih-tatih mengejar perkembangan zaman mungkin akan berlaku jika aturan main mengenai digital ekonomi di Indonesia tidak ditangani dengan optimal.

Menanggapi hal ini, pemerintah pun dengan sigap membuat peraturan perundang-undangan yang mengatur jalannya perekonomian digital nasional. Begitu pula dengan lembaga-lembaga terkait. Ini semata-mata untuk melindungi hak-hak konsumen dan pelaku ekonomi digital agar dapat berjalan dengan baik di masa mendatang.

Demikian pengertian ekonomi digital, contoh, dan tantangannya di Indonesia.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *