Pengertian Public Speaking serta Tujuan dan Tekniknya

Pengertian Public Speaking

Public Speaking merupakan salah satu keterampilan komunikasi (communication skills), tepatnya keterampilan berbicara (speaking skills). Berikut ini pengertian public speaking serta manfaat, tujuan, dan tekniknya.

Public speaking sering dipahami sebagai pidato atau ceramah. Namun, public speaking lebih luas dari pidato. Ia meliputi setiap aktivitas berbicara di depan umum (publik/orang banyak), termasuk presentasi, mengajar di kelas, briefing, berbicara dalam forum atau diskusi, memandu acara (MC), bahkan juga siaran radio dan televisi.

Hampir semua profesi memerlukan keahlian public speaking, khususnya di posisi manajemen (direktur, manajer, supervisor).

Mereka yang mutlak memiliki keahlian public speaking antara lain dosen, guru, pelatih (trainer), pemateri, ulama (kiai/ustadz/penceramah), manajer, politikus (politisi), anggota parlemen, dll. Para pemimpin formal, mulai RT hingga presiden, wajib terampil pidato.

Pengertian Public Speaking

Per definisi, public speaking adalah proses atau tindakan berbicara kepada audiens secara langsung. Public speaking sering diterjemahkan sebagai “berbicara di depan umum” atau “pembicaraan publik”, juga disebut pidato atau orasi.

Baca Juga

Orasi adalah istilah klasik public speaking, yaitu sebuah pidato formal, atau komunikasi oral formal, yang disampaikan kepada khalayak ramai.

Public speaking adalah kegiatan komunikasi lisan yang dilakukan secara langsung di muka umum atau di hadapan sekelompok orang.

Contoh-contoh kegiatan public speaking adalah saat kita melakukan presentasi di depan kelas atau menyampaikan pidato.

Definisi dan pengertian public speaking adalah proses komunikasi yang dilakukan di hadapan khalayak ramai atau sekelompok orang.

Berdasarkan definisi tersebut, maka public speaking adalah tata cara untuk bicara di depan umum, sehingga harus dilakukan secara runtut dan terencana.

Oleh karena itu, dalam public speaking tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tapi lebih pada kemampuan bicara yang terstruktur dan mudah dipahami orang banyak dalam waktu singkat.

Public Speaking merupakan komunikasi lisan yang melibatkan 3V (Visual, Vokal, Verbal).

Berbicara di depan umum umumnya dipahami sebagai berbicara formal, tatap muka, berbicara tentang satu orang kepada sekelompok pendengar.

Namun, karena evolusi berbicara di depan umum, secara modern dipandang sebagai segala bentuk berbicara (secara formal dan informal) antara audiens dan pembicara.

Secara tradisional, public speaking dianggap sebagai bagian dari seni persuasi. Tindakan tersebut dapat mencapai tujuan tertentu termasuk untuk menginformasikan, membujuk, dan menghibur. Selain itu, metode, struktur, dan aturan yang berbeda dapat digunakan sesuai dengan situasi berbicara.

Berbicara di depan umum dikembangkan di Roma dan Yunani. Pemikir terkemuka dari negeri ini memengaruhi perkembangan dan sejarah evolusi berbicara di depan umum.

Saat ini, teknologi terus mengubah seni Public Speaking melalui teknologi baru yang tersedia, seperti konferensi video, presentasi multimedia, dan bentuk non-tradisional lainnya.

Tujuan Public Speaking

Public speaking mempunyai berbagai tujuan sesuai dengan kebutuhan yaitu untuk menyampaikan informasi, memotivasi, membujuk dan mempengaruhi orang, menghibur, serta mencapai saling pengertian dan kesepakatan.

Berikut beberapa tujuan public speaking yang diinginkan oleh pembicara sebelum tampil di depan umum:

1. Menyampaikan Informasi

Menyampaikan informasi (to inform) adalah tujuan umum komunikasi, termasuk komunikasi public speaking. Informasi yang disampaikan bisa berupa kebijakan, program, proyek, ide, pemikiran, hasil penelitian, atau instruksi.

Secara bahasa, menurut KBBI, informasi adalah penerangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu, serta keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu.

2. Memengaruhi

Tujuan public speaking yang tak kalah penting adalah untuk mengubah dan mempengaruhi publik dalam berpikir dan bertindak.

Tidak hanya pembicara pada saat seminar yang menggunakan tujuan ini. Pekerjaan lainnya seperti seorang sales marketing yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen dalam memakai produk yang dijualnya.

Pembicara yang baik dan mahir adalah pembicara yang bisa memengaruhi publik atau audiens untuk mengikuti pemikiran yang akan diterapkan di materi kedepannya dan sangat meyakinkan. Ini pula yang dimaksud komunikasi efektif.

3. Menyampaikan Pendapat

Tujuan lain public speaking adalah untuk menyampaikan pendapat yang sesuai dengan pemikiran pembicara. Anda akan lebih mudah dalam menyampaikan pendapat jika sudah mempengarungi audiens dalam berpikir dan mengubah cara berpikir pembicara.

Jika dalam kasus salesman, maka ketika salesman mempresentasikan produknya ini sudah pada tahapan memengaruhi dan menyampaikan pendapat sehingga terciptanya tujuan utama yaitu sale atau pembelian.

Public speaking bisa digunakan untuk mengubah keadaan maupun suasana. Misalkan, terjadi bencana kerja yang menyebabkan semua orang panik, maka public speaking dapat digunakan untuk menenangkan keadaan. Atau suasana pertemuan yang pertama sepi menjadi ramai karena ada pembicara yang mampu menghidupkan suasana baik melalui cerita, materi maupun cara penyampaiannya.

4. Memotivasi

Tujuan memotivasi umumnya merupakan public speaking seorang motivator kepada audiens atau pemimpin kepada anak buah.

Tujuan yang paling baik dalam public speaking adalah untuk memotivasi audiens ke arah yang lebih positif. Pastinya kita sering mendengarkan berbagai macam motivator yang ada di televisi maupun acara lainnya.

Motivator ini akan menyuarakan pemikirannya dengan sangat keras dan menggebu-gebu sehingga akan memengaruhi audiens dalam berpikir dan menjadikannya lebih bersemangat untuk menjalani kehidupannya.

5. Menghibur

Mayoritas orang senang dihibur. Itulah kenapa public speaking saat ini sering dipakai untuk menghibur masyarakat.

Anda bisa menyaksikan semakin banyaknya acara terlevisi yang menyuguhkan acara hiburan seperti lawak, talk show maupun pertunjukan komedi. Komedian baru pun bermunculan dengan ciri khas sendiri-sendiri.

Saat ini populer genre baru dalam dunia hiburan yaitu Stand Up Comedy. Satu orang yang berbicara di depan orang banyak dengan tujuan membuat audien tertawa.

Ketika tampil di panggung, Anda bisa menggunakan humor baik itu cerita lucu, bahasa tubuh, maupun ekspresi muka yang lucu untuk menghibur audien Anda. Hal tersebut akan memperkecil gap antara Anda dengan audiens..

Public Speaking

Manfaat Skill Public Speaking

Berbicara di depan umum memainkan peran besar dalam dunia profesional, meningkatkan karier dan bisnis. Faktanya, diyakini 70 persen  semua pekerjaan melibatkan public speaking.

Lancar berbicara di depan umum dapat membantu Anda menonjol di tempat kerja. Anda akan belajar berbicara dalam rapat, untuk mempromosikan ide-ide Anda, dan menampilkan diri Anda sebagai seorang profesional. Keterampilan berbicara juga dapat membantu Anda unggul dalam wawancara kerja.

Berikut ini beberapa manfaat skills public speaking:

  1. Meningkatkan rasa percaya diri
  2. Meningkatkan kualitas diri
  3. Berpikir kritis-analitis
  4. Meningkatan karier

Sebuah studi oleh North Carolina Cooperative Extension dari orang berusia 9 hingga 18 yang berpartisipasi dalam program berbicara di depan umum menemukan bahwa berbicara di depan umum meningkatkan kepercayaan diri.

Sejarah Public Speaking

Meskipun ada bukti pelatihan pidato publik di Mesir kuno, bagian pertama yang diketahui tentang pidato, yang ditulis lebih dari 2.000 tahun yang lalu, berasal dari Yunani kuno.

Karya ini menguraikan prinsip-prinsip yang diambil dari praktik dan pengalaman orator Yunani kuno.

Aristoteles adalah orang yang pertama kali mencatat para guru pidato untuk menggunakan aturan dan model definitif. Penekanannya pada pidato menyebabkan orasi menjadi bagian penting dari pendidikan seni liberal selama Abad Pertengahan dan Renaissance.

Karya kuno klasik yang ditulis oleh orang Yunani kuno menangkap cara mereka mengajar dan mengembangkan seni berbicara di depan umum ribuan tahun yang lalu.

Di Yunani klasik dan Roma, retorika adalah komponen utama dari komposisi dan penyampaian pidato, yang keduanya merupakan keterampilan penting untuk digunakan warga negara dalam kehidupan publik dan pribadi.

Di Yunani kuno, warga negara berbicara atas nama mereka sendiri daripada meminta profesional, seperti pengacara modern, yang berbicara untuk mereka. Setiap warga negara yang ingin sukses di pengadilan, politik atau kehidupan sosial harus mempelajari teknik berbicara di depan umum.

Alat retorika pertama kali diajarkan oleh sekelompok guru retorika yang disebut Sophist yang terkenal karena mengajar siswa yang membayar cara berbicara secara efektif menggunakan metode yang mereka kembangkan.

Secara terpisah dari kaum Sofis, Socrates, Plato, dan Aristoteles mengembangkan teori mereka sendiri tentang berbicara di depan umum dan mengajarkan prinsip-prinsip ini kepada siswa yang ingin mempelajari keterampilan dalam retorika.

Plato dan Aristoteles mengajarkan prinsip-prinsip ini di sekolah yang mereka dirikan, Akademi dan Lyceum. Meskipun Yunani akhirnya kehilangan kedaulatan politik, budaya pelatihan berbicara di depan umum Yunani diadopsi hampir sama dengan orang Romawi.

Dalam kebangkitan politik Republik Romawi, orator Romawi menyalin dan memodifikasi teknik berbicara di depan umum Yunani kuno.

Pengajaran retorika berkembang menjadi kurikulum lengkap, termasuk pengajaran tata bahasa (studi tentang penyair), latihan pendahuluan (progymnasmata), dan persiapan pidato publik (deklamasi) baik dalam genre forensik maupun musyawarah.

Retorika gaya Latin sangat dipengaruhi oleh Cicero dan melibatkan penekanan kuat pada pendidikan yang luas di semua bidang studi humanistik dalam seni liberal, termasuk filsafat.

Bidang studi lain termasuk penggunaan kecerdasan dan humor, daya tarik emosi pendengar, dan penggunaan penyimpangan.

Oratori di kekaisaran Romawi, meskipun tidak terlalu penting bagi kehidupan politik daripada di masa Republik, tetap penting dalam hukum dan menjadi bentuk hiburan yang besar. Orator terkenal menjadi seperti selebritas di Roma kuno — anggota masyarakat yang sangat kaya dan terkemuka.

Teknik dan pelatihan public speaking

Berbicara di depan umum yang efektif dapat dikembangkan dengan bergabung dengan klub seperti Rostrum, Toastmasters International, Association of Speakers Clubs (ASC), atau Speaking Circles.

Para anggotanya ditugaskan latihan untuk meningkatkan keterampilan berbicara mereka. Anggota belajar dengan observasi dan praktik, dan mengasah keterampilan mereka dengan mendengarkan saran-saran konstruktif diikuti dengan latihan berbicara di depan umum.

Ini termasuk:

  • Oratory
  • Penggunaan gerakan (gestur)
  • Kontrol suara (infleksi)
  • Kosakata, daftar, pilihan kata
  • Berbicara catatan, nada
  • Menggunakan humor
  • Mengembangkan hubungan dengan penonton
  • “Metode Show of Hands” (digunakan terutama untuk presentasi Billboard)
  • Pengiriman Tanpa Batas dan Antusias
  • Pengantar yang Efektif
  • Upaya Menggapai Hati
  • Penggunaan pertanyaan yang efektif

Milenium baru telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam jumlah solusi pelatihan yang ditawarkan dalam bentuk video dan kursus online.

Video dapat memberikan contoh perilaku yang sebenarnya untuk ditiru. Pembicara publik profesional sering kali terlibat dalam pelatihan dan pendidikan berkelanjutan untuk menyempurnakan keahlian mereka.

Ini mungkin termasuk mencari panduan untuk meningkatkan keterampilan berbicara mereka seperti mempelajari teknik mendongeng yang lebih baik, belajar bagaimana menggunakan humor secara efektif sebagai alat komunikasi, dan terus-menerus meneliti di bidang fokus topik mereka.

Glossophobia, Takut Berbicara di Depan Umum

Ketakutan umum berbicara di depan umum disebut glossophobia (atau, secara informal, “demam panggung”).

Glossophobia atau kecemasan berbicara adalah ketakutan berbicara di depan umum. Kata glossophobia berasal dari bahasa Yunani glōssa, yang berarti “lidah” dan phobos yang artinya “ketakutan”.

Beberapa orang memiliki fobia spesifik ini, sementara yang lain mungkin juga memiliki fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial yang lebih luas.

Aspek berbicara di depan umum baik itu di depan sekelompok orang yang tidak dikenal, atau sekelompok teman dekat, inilah yang memicu kecemasan pembicara.

Pembicara mungkin merasa nyaman jika mereka berbicara di depan sekelompok orang yang sama sekali tidak dikenal, tetapi ketika berbicara di depan keluarga / teman, kecemasan mereka meroket, dan sebaliknya.

Beberapa pembicara lebih nyaman dalam kelompok besar, dan beberapa lebih nyaman berbicara dalam kelompok kecil.

Kecemasan berbicara di depan umum muncul dari ketakutan siswa akan rasa malu di depan kerumunan orang dalam situasi yang tidak biasa. Siswa takut membuat kesalahan atau mengacaukan atau hanya dinilai secara umum oleh audiens mereka.

Kecemasan yang dimiliki siswa untuk berbicara di depan umum kadang-kadang berasal dari pengalaman sebelumnya yang berakhir dengan mereka membuat kesalahan atau dinilai oleh audiens mereka atau audiens mereka tidak tertarik pada topik seperti yang pembicara pikirkan.

Menurut penelitian yang dilakukan di University of Tennessee Knoxville, kecemasan berbicara umumnya perasaan gugup, takut dan khawatir bersama dengan perasaan tidak nyaman.

Diperkirakan, 75% dari semua orang mengalami tingkat kecemasan/kegugupan tertentu saat berbicara di depan umum (public speaking).

Jika tidak diobati, kecemasan berbicara di depan umum dapat menyebabkan efek merugikan yang serius pada kualitas hidup seseorang, tujuan karir dan bidang lainnya.

Misalnya, tujuan pendidikan yang membutuhkan berbicara di depan umum mungkin tidak tercapai. Namun, tidak semua orang dengan kecemasan berbicara di depan umum tidak dapat mencapai tujuan kerja, meskipun gangguan ini menjadi masalah ketika mencegah seseorang untuk mencapai atau mengejar tujuan yang mungkin mereka miliki – jika bukan karena kecemasan mereka.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Garcia-Lopez, Diez-Bedmar, dan Almansa-Moreno (2013) telah melaporkan bahwa siswa yang dilatih sebelumnya dapat bertindak sebagai pelatih bagi siswa lain dan membantu mereka meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.

Seperti yang dicatat oleh Garcia-Lopez (2013), gejala dapat mencakup pendengaran akut, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pupil membesar, peningkatan asupan keringat dan oksigen, kaku pada otot leher / punggung atas, dan mulut kering.

Gemetar yang tidak terkendali juga umum terjadi dan sering terjadi sebelum stimulus yang menimbulkan fobia.

Tips Public Speaking

Banyak sekali profesional atau para ahli yang berbagi tips public speaking. Mereka berbagai teknik atau cara pidato agar baik dan lancar. Berikut ini di antaranya.

1. Kenali audiens

Kenali audiens Anda sebelum public speaking. Mulai dari latar belakang suku, bahasa, pendidikan, hingga usia, sehingga Anda bisa menyesuaikan materi dan gaya pembicaraan yang mudah dimengerti.

2. Kuasai materi

Menguasai materi adalah kunci sukses public speaking. Anda harus paham betul apa yang akan dibicarakan. Penguasaan materi juga menjadi kunci percaya diri. Bicarakan selalu topik, tema, atau isu yang Anda kuasai saja.

3. Susun Poin-Poin Penting

Biar tidak lupa, susun outline atau poin penting materi pembicaraan Anda. Mungkin ada banyak hal yang ingin Anda sampaikan, tapi karena ada durasi waktu, Anda harus menyortir materimu.

Pilih poin-poin penting yang ingin disampaikan sebagai bahan panduan dan agar pembicaraan fokus, tidak melebar ke mana-mana.

4. Persiapkan Alat Bantu

Menyampaikan materi dalam public speaking dengan alat bantu visual sangat populer di kalangan public speaker, khususnya slide PowerPoint yang berisi cue card yang berisi poin-poin yang akan Anda bahas.

Slide presentasi juga bisa menampilkan gambar menarik. Jangan menulis terlalu banyak kata di dalam slides presentasi agar fokus audiens tidak terpecah antara membaca tulisan di slides atau mendengarkan presentasi.

5. Latihan

Practice makes perfect. Ini dia poin terpenting agar public speaking berjalan dengan lancar. Kalau Anda sudah selesai mempersiapkan materi dan alat bantu, kini adalah saatnya berlatih.

Latihan tidak cukup hanya dilakukan sekali atau dua kali, tapi harus berkali-kali hingga Anda sudah benar-benar lancar. Anda bisa meminta satu orang teman untuk menonton latihan ini agar ia bisa memberikan komentar dan saran.

Latih juga teknik vokal Anda, seperti volume suara, intonasi, artikulasi, aksentuasi, tempo (speed), kontak mata dengan audiens, hingga posisi berdiri (postur) dan gerakan angota badan (gestur).

Berlatihlah di depan cermin agar Anda bisa melihat diri sendiri saat sedang melakukan public speaking. Selain itu, Anda juga bisa merekam latihan ini sebagai bahan evaluasi.

Demikian pengertian public speaking serta manfaat, tujuan, elemen, teknik, dan tipsnya.

Jika lembaga Anda berminat mengadakan pelatihan public speaking? Kontak saja Katalisnet! Kami siap menghadirkan trainer profesional dan berpengalaman.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *