Hari Sepeda Sedunia, World Bicycle Day 3 Juni

Hari Sepeda Sedunia, World Bicycle Day 3 Juni

Katalisnet.com — Tanggal 3 Juni ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day.

Penetapan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Internasional disepakati dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada 12 April 2018.

Mengapa merayakan sepeda?

Aktivitas fisik secara teratur dengan intensitas sedang – seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga – memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan.

Di segala usia, manfaat aktif secara fisik lebih besar daripada potensi bahayanya, misalnya melalui kecelakaan.

Beberapa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali. Dengan menjadi lebih aktif sepanjang hari dengan cara yang relatif sederhana, orang dapat dengan mudah mencapai tingkat aktivitas yang disarankan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infrastruktur yang aman untuk berjalan kaki dan bersepeda juga merupakan jalur untuk mencapai kesetaraan kesehatan yang lebih besar.

Bagi sektor perkotaan termiskin, yang seringkali tidak mampu membeli kendaraan pribadi, berjalan kaki dan bersepeda dapat menjadi sarana transportasi sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, kanker tertentu, diabetes, dan bahkan kematian.

Dengan demikian, peningkatan transpor aktif tidak hanya sehat; itu juga adil dan hemat biaya.

Memenuhi kebutuhan orang yang berjalan kaki dan bersepeda terus menjadi bagian penting dari solusi mobilitas untuk membantu kota-kota memisahkan pertumbuhan populasi dari peningkatan emisi, dan untuk meningkatkan kualitas udara dan keselamatan jalan. Pandemi COVID-19 juga membuat banyak kota memikirkan kembali sistem transportasi mereka.

Bersepeda dan Pembangunan Berkelanjutan

Hari Sepeda Sedunia menarik perhatian pada manfaat menggunakan sepeda — sarana transportasi berkelanjutan yang sederhana, terjangkau, bersih dan ramah lingkungan.

Sepeda berkontribusi pada udara yang lebih bersih dan mengurangi kemacetan dan membuat pendidikan, perawatan kesehatan, dan layanan sosial lainnya lebih mudah diakses oleh populasi yang paling rentan.

Sistem transportasi berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketidaksetaraan sambil memperkuat perjuangan melawan perubahan iklim sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Latar Belakang Hari Sepeda Sedunia

Mengakui keunikan, umur panjang, dan keserbagunaan sepeda, yang telah digunakan selama dua abad, dan bahwa itu adalah sarana transportasi berkelanjutan yang sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan sesuai dengan lingkungan, mendorong pemeliharaan dan kesehatan lingkungan, Majelis Umum memutuskan untuk mendeklarasikan 3 Juni Hari Sepeda Sedunia.

Ini mendorong para pemangku kepentingan untuk menekankan dan memajukan penggunaan sepeda sebagai sarana untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, memperkuat pendidikan, termasuk pendidikan jasmani, untuk anak-anak dan remaja, mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit, mempromosikan toleransi, saling pengertian dan menghormati dan memfasilitasi inklusi sosial. dan budaya damai.

Majelis Umum PBB menyambut baik inisiatif untuk mengorganisir bersepeda di tingkat nasional dan lokal sebagai sarana untuk memperkuat kesehatan fisik dan mental dan kesejahteraan dan mengembangkan budaya bersepeda di masyarakat. (UN)

Protokol Kesehatan Bersepeda di Era Normal Baru

Saat peringatan Hari Sepeda Sedunia tahun lalu, Gerakan Bike to Work (B2W) Indonesia mengeluarkan protokol kesehatan dalam bersepeda. Protokol itu ditujukan untuk mencegah Covid-19 di era normal baru.

Dilansir Antara, protokol bersepeda ini lahir dari hasil webinar 29 Mei 2020 yang diinisiasi GaMaGo melibatkan B2W Indonesia, Institute for Transportation and Development (ITDP), dan berbagai klub sepeda serta berbagai sumber dari Gugus Tugas Covid-19.

Protokol kesehatan bersepeda untuk mencegah penularan Covid-19 terbagi empat, dimulai dari persiapan, saat bersepeda, saat istirahat, dan saat finis di rumah.

Berikut protokol kesehatan bersepeda untuk mencegah penularan Covid-19:

I. Persiapan

  1. Perhatikan imbauan pemerintah dan daerah yang aman dari Covid-19.
  2. Jaga kebersihan sepeda, terutama bagi yang bersentuhan dengan tangan.
  3. Bersihkan diri dan cuci tangan dengan sabun.
  4. Hindari droplet (percikan) dengan berlengan panjang, sarung tangan, masker, kacamata, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa sanitizer dan handuk kecil.
  5. Pilih masker berbahan kain yang tidak terlalu rapat dan menggangu pernapasan.
  6. Membawa botol minum yang tertutup plastik dan alat makan sendiri.

II. Saat bersepeda

  1. Utamakan gowes solo (sendiri). Jika berkelompok, atur dalam rombongan kecil 2-5 pesepeda.
  2. Pilih jalur yang menghindari keramaian dan daerah zona merah Covid-19.
  3. Jaga jarak kiri-kanan antarpesepeda dan kendaraan lainnya minimal 2 meter.
  4. Jaga jarak depan-belakang antar pesepeda minimal 4 meter. Semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak harus semakin jauh (>20 meter).
  5. Jaga jarak dan waspada terhadap pengendara kendaraan lainnya.
  6. Selalu patuhi rambu rambu lalu lintas saat bersepeda.

III. Saat istirahat

  1. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  2. Bersihkan tangan dan wajah dengan tisu atau handuk kecil.
  3. Utamakan jaga jarak atau physical distancing.
  4. Selalu menggunakan masker, kecuali saat makan dan minum.
  5. Hindari berbagi bekal pribadi dengan orang lain (botol minum, makanan).
  6. Istirahat secukupnya, tidak perlu nongkrong terlalu lama.

IV. Saat finis di rumah

  1. Sebelum masuk rumah, lepaskan semua perlengkapan yang digunakan.
  2. Hindari kontak fisik dengan penghuni rumah dan menyentuh perabotan.
  3. Semprot helm, sepatu, kacamatan dengan cairan disinfektan.
  4. Segera lepaskan pakaian, kaos kaki, sarung tangan, masker, penutup kepala, dan cuci dengan deterjen.
  5. Segera bersihkan diri, mandi, dan keramas.
  6. Istirahat dan pulihkan cairan yang hilang dari tubuh.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *