Gedung Sate Lockdown Lagi, Puluhan Pegawai Positif Covid-19

Gedung Sate

Katalisnet.com, Bandung — Kompleks Gedung Sate yang menjadi kantor kerja Gubernur Jabar kembali ditutup atau lockdown, setelah ditemukanĀ  32 orang pegawai di Kantor Pemprov Jawa Barat ituĀ  positif Covid-19. Gedung Sate ditutup satu pekan, 2-9 Juni 2021. Asisten

Penemuan puluhan pegawai yang positif di lingkungan Kantor Gubernur Jabar Jl. Diponegoro Kota Bandung itu setelah dilakukan tes Antigen. Mereka yang positif kembali mengikuti tes SWAB PCR dan hasilnya 31 positif.

Dengan lockdown ini, maka seluruh area publik di Gedung Sate, termasuk masjid, museum, dan kantin ditutup sementara.

Selain itu, 75 persen pegawai diminta bekerja dari rumah (WFH) dan hanya 25 persen yang bekerja di kantor (WFO).

PNS yang berusia 50 tahun ke atas, ibu hamil dan menyusui, memiliki penyakit bawaan atau perantara disarankan untuk bekerja di rumah.

Gedung Sate lockdown ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya, pada Agustus 2020, Gedung Sate ditutup lantaran sejumlah ASN terkonfirmasi positif Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rilisnya, Kamis (3/6/2021), mengumumkan penutupan sementara Gedung Sate.

“Menyikapi sebuah situasi di gedung pemerintahan, Gedung Sate, terdapat satu klaster yang kami nilai membuat situasi di tempat kerja atau Gedung Sate ini harus dilakukan penutupan sementara. Karena terdapat 32 PNS di Pemprov Jabar yang terpapar Covid,” ujar Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menduga, klaster tersebut dipicu aktivitas pegawai saat Lebaran. Pihaknya telah melakukan pelacakan kepada seluruh anggota keluarga yang sudah dinyatakan terpapar Covid-19.

“Kami langsung melakukan tracing kepada seluruh yang terpapar, keluarganya, dan didapati fakta bahwa kejadiannya adalah pasca Lebaran, di saat ada satu rombongan ke Jakarta melakukan pertemuan di Kementerian, kemudian dari situ menjadi sumber keterpaparan,” tutur Emil.

Sesuai prosedur, apabila ada klaster yang cukup signifikan, maka Gedung Sate akan ditutup sementara. “Sambil kita lakukan upaya-upaya treatment, tracing kepada mereka yang terpapar Covid,” kata Ridwan Kamil.

Ia berharap, insiden ini menjadi pembelajaran kepada semua pihak agar tetap menerapkan protokol kesehatan. “Selalu kita ingat ke manapun kita pergi, bermobil satu, dua orang atau banyakan tetap gunakan masker, tetap jaga jarak. Kurangi perbincangan yang tidak perlu, sehingga kita tetap bisa produktif berkedinasan tanpa terpapar Covid,” kata Emil. (Detik/Kompas)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *