Dasar-Dasar Public Speaking, Pidato, Presentasi, MC, dan Moderator

Pengertian Public Speaking

Public Speaking adalah berbicara di depan umu, termasuk pidato, presentasi, dan MC (Master of Ceremony). Berikut ini Dasar-Dasar Public Speaking, Pidato, Presentasi, MC, dan Moderator.

Pengertian Public Speaking

Belum ada pengertian public speaking yang “pas” dalam bahasa Indonesia hingga sekarang. Istilah ini masih populer disebut “public speaking”, sama dengan istilah aslinya dalam bahasa Inggris.

Istilah bahasa Indonesia yang paling sering digunakan untuk mengartikan public speaking adalah “berbicara di depan umum” atau “berbicara di depan publik”. Ada juga yang menyebutnya “pembicaraan publik”.

Public speaking sering pula disebut pidato atau orasi.

Secara bahasa, dalam kamus Merriam-Webster, public speaking diartikan sebagai sebagai “the act or skill of speaking to a usually large group of people” (public speaking adalah aksi atau keterampilan berbicara kepada sekelompok besar orang).

Baca Juga

David Zarefsky dalam Public Speaking Strategic for Success menyebutkan “public speaking is a continous communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners”

(Public speaking adalah sebuah proses komunikasi berkelanjutan di mana pesan dan lambang terus berinteraksi, di antara pembicara dan para pendengarnya).

Public Speaking juga merupakan masuk rumpun keluarga ilmu komunikasi, khususnya retorika.

Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung bertatap muka. Contohnya: pidato, moderator, MC (Master of Ceremony) dan presentasi.

Metode Public Speaking

Dalam literatur public speaking atau pidato, dikenal beberapa metode public speaking.

1. Impromptu

Metode ini sering disebut metode spontanitas, yakni pidato yang dilakukan secara mendadak, tanpa persiapan, dan tanpa naskah.

Metode ini sering juga disebut ad libitum. Dari dunia drama (teater), “ad-lib” merujuk pada seorang aktor yang berbicara melalui karakternya menggunakan kata-kata yang tidak ditemukan dalam teks drama.

Dalam dunia siaran khususnya radio, ad libitum artinya berbicara tanpa naskah (script).

Kelebihan metode Impromptu/Ad Libitum

  • Dapat mengungkapkan perasaan sebenarnya
  • Pendapat dan gagasan datang secara spontan
  • Memungkinkan pembicara terus berpikir

Kelemahan metode Impromptu/Ad Libitum

  • Dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena terbatasnya pengetahuan pembicara
  • Penyampaian tidak lancar, terutama bagi orang yang belum berpengalaman
  • Gagasan yang disampaikan kurang sistematis
  • Mudah terkena ‘demam panggung’

2. Manuscript

Manuscript adalah metode public speaking dengan mambaca naskah (reading complete text) yang sudah disiapkan. Metode ini biasanya dilakukan oleh pejabat negara atau mereka yang memberi sambutan di acara resmi/formal.

Metode ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan, karena setiap kata yang diucapkan dalam acara resmi atau formal akan dijadikan figur oleh masyarakat luas dan dikutip oleh media massa.

Kelebihan Metode Manuscript

  • Kata-katanya dapat dipilih sebaik-baiknya
  • Pernyataan dapat dihemat
  • Lebih fasih dalam berbicara
  • Hal-hal yang menyimpang dapat dihindari
  • Naskah dapat diterbitkan atau diperbanyak

Kelemahan metode manuscript

  • Interaksi dengan pendengar menjadi kurang
  • Pembicara terlihat kaku
  • Tanggapan pendengar tidak dapat mempengaruhi pesan
  • Persiapannya lebih lama

3. Memoriter

Memoriter adalah metode public speaking dengan cara menghapal materi pidao. Kelebihan dan kekurangan “pidato hapalan” ini hampir sama dengan metode manuscript.

Sebelum pidato, dibuat naskah dan dihapalkan. Ketika tampil, pembicara mengingat kembali semua yang sudah dihapalkannya untuk disampaikan di depan audiens.

  • Metode ini mengandalkan kemampuan mengingat. Pembicara harus menguasai susunan bahasa, ide, dan gagasan yang terdapat dalam naskah.
  • Metode ini cocok untuk mereka yang memiliki daya ingat tinggi, topik pidatonya menarik dan sederhana serta waktu penyampaiannya tidak terlalu lama.

Public speaker atau pembicara publik yang tidak memiliki kapasitas daya ingat yang tinggi sebaiknya menghindari metode ini. Jika dilakukan maka pidato tidak akan menarik lagi karena pembicara hanya berkuta dengan kesalahan pembicara sendiri.

4. Extempore

Extempore adalah pidato dengan menggunakan catatan (using note) atau alat bantu visual seperti slide presentasi Power Point.

Metode ini merupakan metode pidato atau presentasi terbaik. Metode ini metode yang sangat dianjurkan dalam berpidato karena naskah pidato hanya berupa outline (garis besar) dan pokok penunjang.

Garis besar inilah yang akan menjadi pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran. Jadi metode ini disebut metode penjabaran kerangka yakni teknik berpidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara lengkap.

Metode ini hanya bisa dipakai oleh orang yang sudah berpengalaman, membutuhkan kecakapan dalam berbicara. Apabila tidak cakap, maka akan menjadi tidak teratur lagi, ide dan gagasan yang sudah tersusun bisa menjadi kacau atau tak terarah lagi.

Kelebihan metode extempore

  • Komunikasi dengan pendengar lebih baik
  • Pesan atau materi dapat diubah sesuai kebutuhan
  • Penyajiannya lebih spontan

Kelemahan metode extempore

  • Persiapan kurang baik jika dibuat terburu-buru
  • Pemilihan bahasa yang jelek
  • Kefasihan kurang
  • Kemungkinan menyimpang dari outline/kerangka
  • Tidak dapat diterbitkan

Kunci Sukses Public Speaking: Persiapan

Persiapan merupakan kunci sukses public speaking. Persiapan yang harus dilakukan meliputi persiapan mental, fisik, dan materi.

1. Persiapan mental

  • Rileks
  • Atasi rasa gugup dengan menarik napas panjang dan dalam
  • Menggerakkan badan sedikit untuk sekadar melemaskan otot yang kaku
  • Berdiri tegap lalu tersenyumlah!
  • Tampillah percaya diri dan be yourself…!

2. Persiapan fisik

  • Jaga mulut dan tenggorokan selalu basah
  • Siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan
  • Jangan makan dan minum yang akan mengganggu organ tubuh, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual)
  • Hindari makanan pedas atau asam
  • Pastikan cukup tidur (istirahat)
  • Pastikan badan segar bugar agar konsentrasi dan fokus terjaga.

3. Persiapan materi

  • Baca literatur sebanyak mungkin
  • Susun kerangka materi
  • Kuasai materi. Penguasaan materi pidato adalah kunci percaya diri dan terhindari dari ngeblank saat di podium.

Teknik Pidato

Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran atau informasi serta tujuan dari pembicara kepada orang lain (audiens) dengan cara lisan.

Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan pendapat.

Pidato juga bisa diartikan sebagai “the art of persuasion”, yaitu sebagai seni membujuk atau memengaruhi khalayak.

1. Menentukan Tema Pidato

Tahap terpenting pidato adalah menentukan tema. Tema pidato yang baik dan menarik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Sesuai dengan latar belakang pengetahuan pembicara. Pembicara atau orang yang membawakan pidato harus lebih tahu daripada audiens.
  • Harus menarik minat pembicara
  • Sesuai dengan pengetahuan khalayak
  • Jelas ruang lingkup dan batasannya, artinya tema jangan terlalu luas
  • Harus sesuai dengan waktu dan situasi
  • Tema harus ditunjang dengan bahan lain

2. Menentukan judul pidato

Judul yang baik harus memenuhi tiga kriteria:

  • Relevan, artinya ada hubungannya dengan pokok bahasan
  • Provokatif, artinya dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar
  • Singkat, artinya mudah ditangkap maksudnya, pendek kalimatnya dan mudah diingat.

3. Tujuan pidato

Tujuan pidato, sebagaimana public speaking pada umumnya, antara lain:

  • Informatif (memberi tahu). Pidato informatif adalah pidato yang bertujuan untuk memberi tahu informasi.
  • Persuasif (mempengaruhi). Pidato persuasif adalah pidato yang bertujuan untuk memengaruhi pikiran khalayak/pendengar melalui pengondisian, penguatan, atau pengubahan tanggapan (respons) pendengar terhadap gagasan, isu, konsep atau produk.
  • Rekreatif (menghibur). Pidato rekreatif adalah pidato yang bertujuan untuk menyenangkan atau menghibur pendengar.

4. Jenis-Jenis Pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi:

  • Pidato Pembukaan adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC
  • Pidato Pengarahan adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
  • Pidato Sambutan adalah pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
  • Pidato Peresmian adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
  • Pidato Laporan yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
  • Pidato Pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.

Teknik Presentasi

Pengertian Presentasi

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak atau salah satu bentuk komunikasi presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat, atau informasi kepada orang lain.

Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Presentasi adalah proses penyampaian ide, produk baru, atau hasil pekerjaan yang ditampilkan dan dijelaskan kepada audiens.

Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.

Tujuan Presentasi

Secara garis besar presentasi dirancang untuk:

  1. Menjual (to sell)
  2. Menjelaskan (to explain)
  3. Memotivasi (to motivate).

Contoh tujuan presentasi dapat dikelompokkan lagi sebagai berikut:

  • Mempertunjukkan : layanan, produk, sistem
  • Membentuk : citra, strategi
  • Menghibur : kolega, orang luar
  • Menjual : konsep, produk, ide
  • Mewakili : kelompok, perusahaan, departemen
  • Mempromosikan : sikap, cara bekerja
  • Mengusulkan : penyelesaian, konsep baru

Jenis-Jenis Presentasi

Secara umum ada tiga jenis presentasi.

  1. Presentasi Informatif (informative presentations) adalah presentasi yang bertujuan untuk menginformasikan
    atau memberitahukan.
  2. Presentasi Persuasif (persuasive presentations) adalah presentasi yang bertujuan untuk memotivasi audiens untuk melakukan atau percaya terhadap sesuatu.
  3. Goodwill presentations adalah presentasi untuk menghibur dan mengesahkan (validate) komitmen audiens kepada tujuan organisasi.

Tahapan Presentasi

Agar proses presentasi berjalan dengan terencana, terarah, dan teratur, berikut ini tahapannya:

  1. Planning
  2. Delivering
  3. Handling
  4. Closing

Planning

  • Understanding Audience (Memahami Pendengar)
  • Informasi profil audience yang berguna antara lain:Knowledge (Tingkat Pengetahuan), Expertise (Keahlian), Experience (Pengalaman), Prejudice and Attitude (Praduga dan Sikap), Needs (Kebutuhan), Wants (Keinginan)
  • Menentukan Tujuan Presentasi
  • Message to be Delivered (Pesan yang akan Disampaikan)
  • Presentation Tools (perlengkapan Presentasi)
  • Presentation Room

Delivering

Penyampaian presentasi:

  • Opening (Pembukaan) yaitu menarik perhatian posotif dari audience.
  • Message (Pesan) yaitu menyatakan pesan pembicara secara jelas.
  • Evidence (Bukti) yaitu menggiring audiens menghargai pembicara, mempercayai pembicara dan meyakini kredibilitas pembicara.
  • Closing (Penutup/Kesimpulan) yaitu memberikan kesan positif yang akan terus diingat oleh audience, mengajak audience mengikuti apa yang pembicara inginkan, serta menyimpulkan hal-hal penting selama presentasi.

Handling

Handling adalah menangani atau mengatasi sesi tanya-jawab. Sesi tanya jawab dilakukan setelah presentasi
selesai.

Beberapa manfaat dari sesi tanya jawab adalah:

  • Memperjelas pesan presentasi
    Memperkuat pokok-pokok bahasan
  • Kesempatan bagi pembicara untuk menambah bukti dan contoh
  • Mendorong timbulnya interaksi antara pembicara dan audiens

Di sisi lain, sesi tanya jawab memiliki beberapa tantangan dan risiko tersendiri, sehingga sesi ini cukup menakutkan
bagi para pembicara pemula.

Beberapa resiko tersebut adalah:

  • Kemungkinan ada pertanyaan yang sulit dijawab
  • Seorang audiens bisa saja mendominasi diskusi
  • Batasan waktu seringkali sulit untuk ditaati
  • Pendengar lain yang tidak tanggap pada pertanyaan atau jawaban dari pembicara
  • Ada audiens yang bersikap bermusuhan, tidak sependapat, dan bahkan ingin menguji saja.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu pembicara untuk mengurangi risiko pada saat sesi tanya jawab:

  • Membatasi waktu sesi tanya jawab
  • Bantu pendengar untuk langsung ke permasalahan

Jika pembicara tidak bisa menjawab, ada beberapa pilihan yang bisa diterapkan :

  • Bersikap jujur kepada audience, biasanya audiens akan mengerti dan menghargai hal tersebut
  • Pembicara dapat menawarkan untuk mencarikan jawabannya. Contoh: “Pertanyaan Ibu memerlukan data yang akurat, untuk sementara, saya catat dulu pertanyaan Ibu dan akan segera saya berikan jawabannya melalui e-mail”
  • Berikan sumber-sumber yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut. Contoh : “Mohon maaf, pertanyaan Bapak sangat detil, saya tidak punya kapasitas untuk menjawabnya. Tapi saya tahu sumber yang dapat dipercaya untuk menjawab keingintahuan Bapak. Silahkan membuka link berikut ini…”
  • Tanyakan saran dari audien lain. Contoh : “Pertanyaan Saudara sangat menarik, sayang sekali saya tidak mengetahui pengetahuan sejauh itu tentang masalah ini, atau barangkali ada di antara hadirin yang mau memberikan pendapat dan berbagi ilmu dengan kita di sini?”

Closing

Penutupan suatu presentasi diharapkan dapat memberi tambahan pada kesan pertama yang sudah positif, yang akan diingat terus oleh audiens.

Cara dan apa yang pembicara ungkapkan pada saat menutup suatu presentasi adalah bagian yang tidak kalah penting dari semua bagian presentasi.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa bagian inilah bagian yang terpenting
dari suatu presentasi. Menutup presentasi juga harus mengandung kesimpulan dari tujuan presentasi.

Master of Ceremony (MC)

Master of Ceremony (MC) termasuk public speaking. Secara bahasa, MC artinya adalah “penguasa acara, pemandu acara, pengendali acara, pembawa acara, pengatur acara”.

Dengan demikian, MC adalah orang yang bertugas memandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara.

Dalam pelaksanaan tugas, MC bertindak sebagai tuan rumah (host) suatu kegiatan atau acara. Seorang MC berperan mengumumkan suatu acara dan memperkenalkan orang yang akan tampil mengisi acara.

MC juga bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar dan tepat waktu, serta meriah atau khidmat dari awal hingga akhir.

Jenis-Jenis Acara

1. Acara formal (resmi)

Acara formal adalah acara yang digelar oleh lembaga, instansi, organisasi, atau kepanitiaan formal yang dihadiri oleh undangan resmi dan didasari oleh aturan-aturan protokoler.

Contoh acara formal a.l. upacara bendera, wisuda, pelantikan, upacara adat, serah terima jabatan, dan upacara kenegaraan.

Nama pembawa acara dalam acara formal biasanya disebut Pembawa Acara (PA), MC, Protokol, atau Pranata Acara.

2. Acara Semiformal

Acara semiformal adalah acara yang diselenggarakan untuk kebutuhan tertentu dengan menggunakan tata cara yang tidak begitu baku, tetapi tetap tersaji apik karena diatur dengan ketentuan yang telah dirancang sesua dengan kebutuhan acara yang bersangkutan.

Contoh acara semi formal a.l. pentas seni sekolah, acara pemberian penghargaan, pagelaran musik, ulang tahun sekolah, peresmian gedung, ulang tahun perusahaan, perayaan HUT RI, dan lain-lain.

3. Acara nonformal

Acara nonformal adalah acara yang relatif bebas, yaitu semua acara yang digelar oleh individu atau kelompok untuk khalayak tertentu dan didasari oleh kebiasaankebiasaan yang relatif spontan.

Contoh acara nonformal a.l. perayaan ulang tahun teman, talkshow, lomba-lomba, pesta-pesta pribadi, acara musik, dan acara-acara konser musik.

Syarat Jadi MC

MC akan menjadi pusat perhatian dalam sebuah acara. Dialah yang membuka, mengantarkan, mewarnai, dan menutup acara.

Syarat menjadi MC antara lain:

  1. Lancar berbicara (komunikasi lisan/verbal)
  2. Memiliki suara yang enak didengar (audible)
  3. Berkepribadian supel dan ceria
  4. Memiliki intelektualitas dan pengetahuan luas
  5. Humoris atau memiliki rasa humor (sense of humor)
  6. Disiplin
  7. Memahami etika dan sopan-santun.

Persiapan Master of Ceremony

Persiapan MC sama dengan persiapan public speaking, pidato, dan presentasi, yaitu meliputi penguasaan materi (know the material), pengenalan ruangan (know the room), dan mengenal hadirin (know the audience).

1. Know the Material

Kenali dan kuasai materi/bahan/ acara yang akan dibawakan. Setiap rangkaian acara pada prinsipnya meliputi :

  1. Pembukaan
  2. Isi Acara yang terbagi kedalam Acara Dasar, Acara Penunjang, dan Acara Inti
  3. Penutup

Acara dasar adalah kegiatan “formalitas” yang dilaksanakan dalam suatu acara yang mendasari keseluruhan acara yang diselenggarakan. Acara dasar biasanya terdiri dari:

  • Pembacaan ayat suci Al-Quran.
  • Menyanyikan lagu wajib, seperti Indonesia Raya, Hymne, atau Mars suatu organisasi atau lagu wajib lainnya.

Acara Penunjang maksudnya kegiatan yang dilaksanakan dalam suatu acara yang berfungsi untuk lebih memperkuat keseluruhan acara yang diselenggarakan.

Acara ini antara lain bisa diisi oleh:

  1. Sambutan-sambutan atau laporan
  2. Pembacaan Surat Keputusan
  3. Serah Terima Jabatan

Acara Inti merupakan kegiatan utama yang dilaksanakan dalam suatu acara dan menjadi pusat perhatian dari keseluruhan acara.

Acara inti ini biasanya diisi oleh rangkaian acara yang menjadi maksud serta tujuan utama diselenggarakannya acara tersebut yang isinya seperti:

  • Ceramah
  • Wisuda/Pelantikan
  • Reuni
  • Peletakan Batu pertama
  • Pengguntingan Pita
  • Pembagian Hadiah
  • Panggung Hiburan

Penutup merupakan rangkaian akhir dari suatu acara. Penutup biasanya diisi oleh:

  • Do’a
  • Ramah Tamah
  • Hiburan Tambahan
  • Foto Bersama

Dari susunan acara tersebut, dapat dibuat Naskah Acara dengan cara memasukkan poin-poin yang berada pada susunan acara tadi.

Setelah membuat naskah acara yang bersumber dari susunan acara, selanjutnya MC membuat lembar pembicaraan. Lembar pembicaraan dibuat berdasarkan naskah acara. Lembar pembicaraan ini berfungsi sebagai panduan acara.

Lembar pembicaraan ini biasa disebut “Cue Card” atau “Q Card”

2. Know the room

Kenalilah ruangan atau tempat dimana acara akan diselenggarakan. Mengenali ruangan atau tempat ini berarti juga mengenali ‘atmosfer’ (lingkungan dan suasana) acara.

Karenanya, ia harus datang lebih awal dan lebih baik sehari sebelumnya sudah mengenali tempat acara.

Seorang MC harus dengan cepat dapat beradaptasi dengan ruangan tempat penyelenggaraan acara dan harus merasa nyaman dengan keadaan ruangan (jika acara indoor).

Mengenali atmosfer ruangan ini dapat dilakukan dengan cara datang ke tempat tujuan lebih awal untuk belajar mengenal lay out atau speaking area. Pengenalan ruangan ini dapat dilakukan pada saat gladi bersih.

3. Know the audiens

Dengan mengenali karakteristik pendengar, maka seorang MC akan dapat menyesuaikan gaya apa yang akan dimainkannya dan etika yang harus ditampilkan.

Berikut beberapa contoh penggolongan audiens: awam, intelektual, anak-anak, anak muda (pemuda/pelajar/mahasiswa), ibu-ibu, remaja putri, pejabat, eksekutif, birokrat, pemuka agama, dll.

Faktor bahasa

  • Lafal yang benar
  • Aksentuasi
  • Pemenggalan Kalimat
  • Jeda
  • Diksi
  • Intonasi
  • Kalimat efektif

Faktor nonbahasa

  • Bahasa tubuh
  • Bersikap tenang
  • Tampil mengesankan
  • Cepat tanggap dan kaya inisiatif
  • Improvisasi
  • Tidak emosional
  • Memiliki suara yang enak didengar
  • Suara dan cara berbicara ( speed, volume, tone, timbre, power, nafas)
  • Menciptakan suasana dengan suara
  • Penampilan

Bahasa tubuh

  • Duduk
  • Berdiri
  • Berjalan
  • Kontak Mata (Eye Contact)
  • Gerakan Tangan

Teknik Moderator

Mirip MC, moderator adalah pengatur dan pengarah jalannya diskusi dengan peserta lainnya.

Tugas seorang moderator adalah mengatur dan memberi arahan kepada peserta lainnya. Moderator juga bisa disebut sebagai pemimpin diskusi.

Moderator adalah seseorang yang bertugas untuk memoderasi dan mengawasi jalannya lalu lintas posting di forum yang menjadi tanggung jawabnya.

Tujuan utamanya adalah agar forum diskusi dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan topiknya serta berlangsung secara kondusif.

Tugas moderator

  • Mengawal dan mengawasi jalannya lalu lintas posting di forum yang menjadi tanggung jawabnya agar berjalan sesuai dengan topik diskusi
  • Moderator harus dapat menciptakan ide atau topik lebih menarik agar forum diskusi yang menjadi tanggung jawabnya menjadi lebih hidup dan dinamis.
  • Memberi penjelasan dan bimbingan terhadap peserta diskusi yang belum memahami topik diskusi
  • Memberi peringatan kepada peserta diskusi jika arah pembicaraan diskusi dirasa sudah melenceng jauh dari topik bahasannya atau OutOf-Topic (OOT)
  • Menyortir, menghapus, memindahkan, mengunci, membuka, ataupun memecah topik tertentu jika diperlukan agar jalannya diskusi lebih fokus dan kondusif
  • Memberikan peringatan kepada peserta diskusi yang dianggap menyalahi peraturan dan atau dianggap mengganggu, mengacaukan atau berpotensi menimbulkan hal-hal yang merugikan forum, dengan bahasa yang baik dan sopan

Tahapan tugas moderator

  • Pembukaan
  • Ucapan Selamat datang kepada peserta
  • Uraian singkat latar belakang dan tujuan diskusi, seminar, atau presentasi
  • Perkenalan penyaji/presenter dan tema presentasi
  • Penentuan waktu dan mekanisme tanya jawab
  • Mengundang pembicara/penyaji/presenter menyajikan materi/presentasi
  • Rangkuman umum inti presentasi penyaji
  • Mengundang pendengar/peserta untuk bertanya
  • Ucapan terima kasih kepada penyaji/presenter dan pendengar/peserta
  • Moderator menutup diskusi, seminar atau

Teknik Vokal

Public speaking, pidato, presentasi, MC, dan moderator memerlukan teknik vokal yang baik. Teknik vokal adalah cara mengeluarkan suara terbaik sehingga enak didengar, jelas, dan pesan yang disampaikan mudah dipahami.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang pembicara berkaitan dengan teknik vokal.

1. Intonasi (Intonation)

Intonasi adalah nada bicara. Tone ini harus pas atau tepat, sehingga hadirin dapat menangkap makna dari pembicaraan sesuai dengan yang dimaksud.

2. Artikulasi (Articulation)

Artikulasi yaitu pelafalan atau pengucapan kata demi kata secara benar dan jelas. Contoh: pembicara harus mampu
mengucapkan kata dalam Bahasa Inggris “head, hart, health, heart” dengan benar.

3. Aksentuasi (accentuation)

Aksentuasi yaitu penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu yang dianggap penting.

4. Pemenggalan Kalimat (Phrasering)

Frasering yaitu pemenggalan kata yang pas, menjaga ‘kesatuan kalimat’, sehingga mendukung makna yang tersurat dan tersirat.  Seorang pembicara harus mampu menentukan di mana ‘koma’ (jeda) yang pas untuk ‘curi napas’.

5. Infleksi (Inflection)

Infleksi dikenal di kalangan broadcaster. Infelski adalah perubahan nada suara, lagu kalimat, dapat diwujudkan dengan intonasi yang tepat, terutama saat jeda (koma) dan saat titik (akhir kalimat).

Suara meninggi (go up) saat jeda dan merendah (go down) saat titik atau kalimat berakhir.

6. Kecepatan (Speed)

Speed atau tempo yaitu kecepatan bicara. Hendaknya speed bervariasi.  Berdasarkan sebuah riset, kecepatan berbicara dalam bahasa Indonesia adalah 104 – 144 kata per menit.

7. Volume

Volume suara yaitu keras-lemahnya suara. Keras lemahnya suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan suasana.

Bahasa Tubuh

Public speaking, pidato, presentasi, MC, dan moderator dipastikan melibatkan bahasa tubuh (body language).

Bahasa tubuh yang baik juga sebagai pertanda bahwa seorang pembawa acara atau pembicara dapat menguasai suasana yang ada, tidak grogi atau menunjukkan kepercayaan diri.

Bahasa tubuh terdiri dari postur dan gestur.

1. Postur

Postur adalah posisi seluruh badan saat berdiri.

Untuk itu, hal yang harus dilakukan adalah:

  • Melangkah dengan tenang dan yakin
  • Cari tempat berdiri yang tepat, di posisi yang dapat dilihat semua orang (sebanyak mungkin)
  • Berdiri tegak, jangan membungkuk, bersandar di dinding/meja, jangan berdiri miring

Berikut ini adalah sikap berdiri yang kurang baik:

  • Berdiri dengan kaki sebelah
  • Berdiri dengan kaki yang terlalu rapat
  • Berdiri dengan kaki yang terlalu terbuka
  • Berdiri loyo atau kaku
  • Berdiri dengan kurang seimbang
  • Bersandar pada mimbar
  • Menggoyang-goyangkan badan yang tidak perlu
  • Berdiri dengan tidak tenang
  • Berdiri terlalu santai atau rileks

2. Gestur

Gestur adalah gerakan anggota badan, seperti ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tangan, dan gerakan bahu atau kepala. Pembicara yang baik akan melakukan kontak mata kepada audies..

Berikan mimik wajah atau ekspresi wajah yang sesuai dengan pembicaraan yang sedang diungkapkan.

Mimik wajah yang kurang baik adalah:

  • Tertawa yang dibuat-buat
  • Dahi yang selalu berkerut
  • Tersenyum terus menerus
  • Tersenyum tapi tidak ada yang lucu
  • Muka selalu masam atau cemberut

Berikut ini adalah gerakan anggota badan yang kurang baik yang harus dihindari pembicara :

  • Selalu menggerak-gerakkan bagian-bagian tertentu
  • Gerakan yang canggung
  • Kaku dan berdiri terpaku
  • Menggaruk-garuk telinga atau kepala
  • Merogoh-rogoh saku atau memasukkan tangan kedalam saku celana
  • Memainkan pensil atau pulpen
  • Memegang-megang kerah baju
  • Mengelus atau menyibak rambut terus menerus
  • Terlalu banyak melangkah atau berjalan (mondar mandir) atau sebaliknya terpaku di satu tempat.
  • Mengulang-ngulang gerakan yang sama.
  • Memainkan kalung, koin, pena, dan mikropon
  • Tangan ditangkupkan di belakang punggung
  • Lengan disedekapkan
  • Bertolak pinggang
  • Meremas-remas tangan
  • Memindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lain
  • Bersandar pada dinding atau bertumpu pada sesuatu, misalnya meja atau kursi
  • Menghalangi sorotan LCD proyektor dengan sering berlalu lalang

Berikut ini merupakan hal-hal yang juga harus diperhatikan oleh seorang pembicara dalam hal gestur:

  • Makin besar jumlah audiens, makin besar dan lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan
  • Jika jumlah audiens sedikit, lakukan gerakan tubuh alakadarnya saja.
  • Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah smilling voice.
  • Jangan sekali-kali pembicara membuat joke, tapi pembicara sendiri tertawa terpingkal-pingkal
  • Jika melempar joke lakukan sedikit pause (jeda) untuk memberi kesempatan audiens tertawa.
  • Jika dalam opening Anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audiens menjawab salam Anda.

Mengatasi Gugup

Gugup, grogi, atau nervous adalah hal biasa dialami public speaker. Orang yang terbiasa jadi pembicara, MC, atau moderator pun bisa mengalami gugup.

Penyebab gugup

  • Pengalaman pertama
  • Suasana baru
  • Merasa menjadi pusat perhatian
  • Merasa berbeda / tidak percaya diri
  • Trauma masa lalu
    Perasaan tidak siap tampil

Gejala-gejala panik, gugup atau tertekan :

  • Detak jantung semakin cepat
  • Lutut gemetar
  • Berkeringat
  • Suara bergetar
  • Pusing
  • Kejang perut/mual
  • Mata berair
  • Lupa materi

Berikut ini beberapa kiat mengatasi gugup:

  • Bersikaplah nothing to loose
  • Latihan
  • Persiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya
  • Tak Perlu Membidik Kesempurnaan
  • Jangan Samakan Keterampilan Berpidato dengan Kemampuan Profesional (Tetap jadi diri sendiri)
  • Mengubah Grogi Jadi Energi Positif -Antusiasme!

Jangan lupa, sempatkan minum air putih sebelum tampil. Saat mulai merasa gugup, cobalah untuk minum air putih. Jadinya, detak jantung Anda yang cepat akibat gugup pun bisa berdetak dengan normal. Air putih juga bisa membuat Anda bisa lebih terhidrasi dengan baik.

Demikian Dasar-Dasar Public Speaking, Pidato, Presentasi, MC, dan Moderator.

Referensi 

  • Bukan Pidato dan MC Biasa, Seni dan Praktik Public Speaking Super Dahsyat, Rendra Badudu, Dewi Shinta, Pustaka Cerdas, 2012.
  • Cara Praktis Belajar Pidat, MC, dan Penyiar Radio, Ristina Yani Puspita, Komunika, 2017.
  • Communicate or Die, Thomas D. Zweilfel, Gramedia, 2003.
  • High Impressive Presentation Skill, Jazak Yus Afriansyah, Yulida, Elex Media Komputindo, 2013.
  • Kiat Memandu Acara: Panduan MC dan Moderator, Asep Syamsul M. Romli, Nuansa Cendikia, Bandung 2008.
  • Lincah Menulis Pandai Bicara, Asep Syamsul M. Romli, Nuansa Cendikia, Bandung 2009
  • MC Profesional, Eman Suherman, Alfabeta, 2012.
  • Public Speaking, Diah Fatma Sjoraida, Unpad 2008.
  • Seni Berbicara, Larry King, Gramedia, 2007.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *