Diskuk Jabar Gelar Bimbingan Teknis Pendamping OPOP 2020

Bimbingan Teknis Pendamping OPOP 2020

Katalis.net, Bandung — UPTD PP3W Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi Pendamping Program One Pesantren One Product (OPOP) di Kantor BP3W Jalan Soekarno Hatta 708 Bandung (24/8/2020).

Bimbingan teknis bertujuan untuk mempersiapkan pendamping OPOP memiliki kompetensi sebagai pendamping selain memahami teknis pelaksanaan OPOP tahun 2020. Kegiatan ini diikuti oleh 55 pendamping dan materi diberikan oleh lima orang mentor.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari  proses OPOP yang dilakukan pada tahun 2020” kata Yuyun selaku Kasie penyelenggara pelatihan BP3W.  Yuyun memberikan gambaran bagaimana pelaksanaan BIMTEK ini untuk dipahami oleh setiap peserta stakeholders.

Kusmana Hartadji, kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya berharap kepada pendamping untuk bisa menjalankan tugas sebagai pendamping dengan optimal. “Peran stratejik setiap pendamping dalam membantu pesantren dalam memperkuat mindset dan manajemen pesantren” kata Kusmana.

Selain internal pesantren, Kusmana juga berharap pesantren yang didampingi dapat diarahkan mendapatkan akses pasar agar produk pesantren dapat meningkatkan bisnisnya.

Tini Djumartini selaku Kepala BP3W juga melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan pendamping yang menjadi landasan kerja sebagai pendamping untuk masa waktu lima bulan.

Read More

Yudi Utomo, salah seorang mentor program BIMTEK ini menjelaskan, kegiatan ini terdiri dari tiga bagian yaitu bimtek secara online tanggal 19 Agustus 2020, Bimtek secara off line tanggal 24 Agustus dan nanti akan ditutup dengan bimtek online pada pertengahan September 2020.

“Fokus bimtek pendampingan tahun ini adalah penguatan pemahaman terhadap konsep OPOP, metode pendampingan dan mindset pendampingan” kata Yudi. Hal ini diberikan secara berkelanjutan dalam Bimtek ini.

Yudi juga menyampaikan bagaimana proses ini juga memberikan kegiatan aspek business model canvass, business plan sampai kepada laporan keuangan yang menjadi tool bagi pendamping dalam mendampingi pesantren untuk bisa sukses membuat bisnisnya tumbuh dan berkembang. (MH)

 

Related posts