Pensiun dan Konsep Kemandirian

Pensiun dan Konsep Kemandirian
Katalisnet.com

Katalisnet.com – Pensiun, menurut kamus, berarti “menarik diri dari posisi atau pekerjaan seseorang atau dari kehidupan kerja aktif.

Pensiun dan istilah ‘konsep kemandirian’ sering dikaitkan satu sama lainnya. Keduanya dicapai ketika seseorang menjadi pebisnis disaat masih menjadi karyawan dan pendapatan investasi.

Sejarah Pensiun

Adalah konsep yang relatif baru yang muncul seiring dengan meningkatnya harapan hidup. Konsep pensiun zaman modern kita berkembang karena kombinasi masa hidup yang semakin lama, semakin populernya program pensiun di sektor-sektor tertentu.

Konsep Kemandirian

Adalah suatu sifat yang menjadikan seseorang bertindak bebas, adanya dorongan diri sendiri untuk melakukan sesuatu, keinginan kuat mengejar prestasi, memiliki keyakinan penuh dan kemampuan mengatasi persoalan yang dihadapi.

Keputusan Besar

Salah satu keputusan terbesar yang akan dibuat seseorang adalah kapan harus keluar dari posisi sebagai karyawan. Diperlukan pertimbangan dan persiapan yang kuat dan akurat untuk mengambil keputusan tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Senior Manager Service Quality Management Garuda Indonesia , Heri Yuristin Rivano, S.Sos., S.H., M.M dalam mengambil keputusan untuk mengambil pensiun dini.

Baca Juga

Keputusan besar yang diambil oleh sosok yang akrab dipanggil Ibu Ei ini adalah pemikiran yang sudah direncanakan dengan pertimbangan yang seksama dan memakan waktu yang cukup lama.

‘Pensiun dini awalnya memang mengerikan, siapa sih yang tidak takut kehilangan pekerjaan, apalagi pada saat itu saya masih menjabat sebagai senior manager,’ imbuh salah satu pemilik 3second ini.

Ibu Ei menambahkan, dalam kehidupan seseorang seharusnya tidak hanya mengejar hal yang sifatnya duniawi saja, namun hidup juga harus memberi arti dan manfaat bagi orang lain.

Berkarya Setelah Pensiun

Selepas dari karir profesionalnya di Garuda Indonesia sebagai Senior Manager Service Quality Management, Heri Yuristin Rivano, S.Sos., S.H., M.M  akan berkarya dibidang konsultan dan training.

Melalui perusahaan miliknya yaitu CV Yuristin Kreatifindo Sejahtera, Ibu Ei bahkan sudah mendapatkan tawaran untuk membenahi rumah sakit di Jakarta yang memiliki cabang dibeberapa daerah.

Selain sebagai konsultan dan trainer, Ibu Ei juga sudah berkolaborasi dengan salah satu organisasi BUMN untuk menyelenggarakan beberapa kegiatan secara virtual dibidang management, capacity building dan lainnya.

Bahkan sebelum mengambil keputusan pensiun, Ibu Ei sudah cukup lama mengaktualisasikan diri sebagai penggiat sosial di Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat. Kepedulian sosialnya memacu Ibu Ei untuk mendirikan yayasan dengan harapan bisa membantu banyak orang.

Hal penting untuk diketahui dan dicari adalah seberapa banyak kita dapat berkontribusi kepada sesama setelah masa pensiun dijalani. Inilah jumlah yang dapat kita masukkan ke dalam ‘rekening manfaat’ yang sesungguhnya.

Selamat Pensiun dan Selamat Berkarya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *