Website Hub Kampanye Digital Politik

Kampanye Digital Politik

Politisi atau politikus memerlukan website untuk personal branding dan kampanye digital. Situs web ini memudahkan pemilih mengenali sosok sang politisi, mulai profil, prestasi, kompetensi, hingga kiprahnya.

Para kandidat anggota legislatif (DPR/DPRD) dan pemimpin daerah (gubernur, wali kota, bupati) saat ini dapat menjangkau pemilih dengan cara yang tidak mungkin dilakukan pada siklus pemilu sebelumnya.

Kampanye digital politik (political digital campaign) memberikan banyak peluang untuk memengaruhi pemilih dengan menawarkan metode untuk menjangkau pemilih di mana pun mereka berada—yang semakin online.

Kampanye politik melalui platform digital tak bisa dihindari, meski kampanye tradisional seperti selebaran, spanduk, dan baliho juga masih diperlukan untuk menjangkau pemilih offline.

Sebagaimana digital marketing untuk bisnis, website juga merupakan hub atau sentral kampanye digital politik atau online political marketing.

4 Alasan Politisi untuk Kampanye Digital

Mengutip Stack Adapt, setidaknya ada tiga alasan bagi para politisi menjalankan kampanye politik melalui platform digital.

1. Jangkauan Lebih Luas dan Detail

Website dan media sosial memungkinkan politisi menjangkau audiens yang sangat besar karena sebagian besar pengguna sedang online.

Dalam laporan bertajuk Profil Internet Indonesia 2022, Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII), menyatakan, jumlah penduduk Indonesia yang telah terkoneksi dengan internet pada kurun 2021-2022 mencapai 210 juta orang.

Banyak dari pengguna tersebut merupakan pemilih potensial yang dapat Anda targetkan, dipersempit berdasarkan demografi pemilih ideal.

Dengan kampanye digital, politisi dapat langsung menjangkau pemilih ideal untuk tujuan tertentu, dengan mempersempit kelompok yang ditargetkan.

2. Menjangkau Milenial dan Pemilih Pemula

Sebagian besar pemilih milenial dan Gen Z sebagai pemilih pemula saat ini aktif secara online. Memahami bagaimana setiap generasi berinteraksi dengan saluran digital, serta hubungan mereka saat ini dengan lanskap politik, akan membantu kandidat menyesuaikan upaya periklanan mereka untuk hasil terbaik.

Baby boomer memiliki bagian terbesar dari populasi yang berhak memilih—dan generasi yang lebih tua secara historis lebih cenderung hadir dan memilih.

Namun, populasi baby boomer yang berhak memilih sudah mencapai puncaknya tahun 2004 yang menandakan penurunan lambat dalam kekuatan memilih.

Gen X dan Milenial mendekati baby boomer di bagian mereka dari pemilih. Sejak memasuki pemilih dalam jumlah besar pada pemilu 2004, jumlah pemilih milenial semakin meningkat. Mereka ternyata berlaku di pemilu 2020, dan kita bisa berharap tren ini akan berlanjut di tahun 2022.

Gen Z adalah generasi pemilih, mirip dengan generasi milenial. Mereka dikenal sadar sosial sekaligus praktis, dan sifat-sifat ini mendorong pola pemilihan mereka. Gen Z juga merupakan generasi paling beragam sekaligus generasi digital.

3. Tangkap Perhatian Pemilih dengan Format Terprogram

Di Amerika Serikat, 65% orang dewasa mengumpulkan informasi tentang pemilu yang akan datang melalui saluran digital. Artinya, politisi atau para kandidat dapat menjangkau audiens di mana mereka terlibat dengan lingkungan digital dalam berbagai format dan saluran.

Connected TV (CTV) dan programmatic audio adalah dua saluran yang perlu dipertimbangkan untuk strategi kampanye 2022 Anda:

Iklan TV

Menurut analisis baru dari AdImpact, tahun 2022 iklan TV digital akan membanjiri ruang keluarga. Iklan TV digital akan memperhitungkan lebih banyak pengeluaran iklan digital daripada iklan di perangkat seluler, desktop, dan tablet.

Manfaatkan CTV untuk menumbuhkan audiens Anda dan kumpulkan kumpulan penargetan ulang berdasarkan penyelesaian video. Anda juga dapat membuat daftar penargetan ulang berdasarkan permulaan video, yang ideal untuk outstream, in-stream, dan pre-roll untuk video digital.

Audio terprogram

Dalam beberapa tahun terakhir, ada pertumbuhan pesat dalam konten audio dan ada pertumbuhan dalam belanja iklan audio digital.

Audio menjangkau pendengar tepat di telinga mereka, menarik perhatian pemilih sehingga Anda dapat yakin bahwa pesan Anda benar-benar didengar.

Dengan audio terprogram, Anda dapat menargetkan audiens digital premium secara strategis terhadap metrik siaran tradisional, seperti geografi, bagian hari, atau format.

Anda dapat menggunakan parameter penargetan audiens yang sama dari kampanye video, seluler, dan lintas perangkat, atau Anda dapat memanfaatkan data dari partner untuk menargetkan demografi atau minat tertentu.

Tips Kampanye Digital Politik 

Menurut MNI, televisi memang tetap menjadi media dominan, namun media sosial akan menjadi penting, dengan Facebook dan YouTube menjadi bagian penting. Ini termasuk Facebook Live, yang terus mengganggu ruang TV.  Seiring perubahan sosial, kampanye perlu beradaptasi.

Materi iklan dan konten harus mencerminkan audiens yang ingin Anda jangkau, yang juga lebih mudah beradaptasi di ruang digital.

Media sosial hanyalah alat pendukung dalam digital marketing. Hub pemasaran internet adalah website. Situs web adalah ruang digital Anda sebenarnya.

Di website itulah Anda bebas membangun citra, menunjukkan prestasi, kompetensi, dan kinerja, serta “janji” buat pemilih. Media sosial menyebarkan pesan-pesan politik Anda secara parsial, sedikit demi sedikit, untuk mengarahkan audiens atau pengguna internet ke rumah maya Anda –website.

Konten kampanye digital Anda bisa berupa teks, gambar, audio, video, atau gabungan semuanya –multimedia. Podcast dan vlog adalah konten digital terkini. Video paling digemari, namun podcast (audio) juga penting karena bisa didengarkan secara fleksibel dan kapan saja.

Siap memulai kampanye digital Anda? Kontak Tim Katalisnet untuk membangun website dan strategi kampanye digital politik Anda!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *