Kedai Kopi : Pilihan Bisnis Para Milenial

Kedai Kopi Pilihan Bisnis Para Milenial
Katalisnet

Katalisnet.com – Kedai kopi adalah tempat yang tepat untuk menikmati minuman, bertemu teman, dan menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Ada banyak alasan untuk menyukai kedai kopi, katakanlah, karena merasakan cita rasa yang enak dari kedai kopi favorit Anda, atau mencari suasana yang menarik dan terhubung dengan teman, misalnya.

Bisnis kedai kopi dan minuman kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan positif beberapa tahun terakhir ini, sehingga kedai kopi menjadi sebuah bisnis yang bermunculan seperti jamur di musim hujan.

Bisnis kedai kopi tentu saja berdampak pada konsumsi kopi dalam negeri Indonesia yang terus meningkat. Data Konsumsi Kopi Indonesia Tahunan 2019 yang dirilis oleh Global Agricultural Information Network menunjukkan proyeksi konsumsi dalam negeri (Kopi Konsumsi Domestik) pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau sekitar 13,9 persen dibandingkan konsumsi tahun 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Meski demikian, secara per kapita, konsumsi kopi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain, yakni hanya sekitar satu kilogram pada 2018.

Dibandingkan dengan Vietnam yang tingkat pendapatannya di bawah Indonesia, konsumsi kopi negara jiran itu mencapai 1, 5 kilogram per kapita di tahun yang sama. Apalagi Brasil mencapai sekitar 6,5 kilogram per kapita.

Baca Juga

Kondisi inilah yang mendorong Muhammad Rivares untuk membuka Coffee Shop dengan nama 20Coffee yang berada di Jalan Cigadung Raya Barat no 28 Kavling 4 Dago Bandung.

20 Coffee, Kedai Kopi dengan Gaya kafe “Nongkrong” atau “Ngopi-ngopi”

Nongkrong atau ngopi-ngopi berkumpul dengan teman atau keluarga di kedai kopi atau Coffee Shop menjadi ‘gaya kafe’ yang disukai orang khususny kaum milenial.

20Coffee mendesain kedai kopinya seunik mungkin di mana beberapa orang merasa begitu nyaman sehingga terasa seperti rumah kedua mereka. Mereka bisa menikmati menghabiskan waktu di sana baik untuk bekerja atau sekedar nongkrong.

Konsep yang diusung 20Coffee yaitu tema musik, dimana tema musik itu terbagi menjadi dua yaitu lantai bawah yang mengusung musik jazz dan pop, atau musik-musik dengan mood rileks, tidak boleh ada rokok, sehingga ambiencenya lebih hommy.

Sementara lantai atas mengusung tema musik rock, punk dan area yang diperbolehkan untuk merokok.

Selain tema musik yang ditawarkan 20Coffee, harga menjadi tawaran yang menarik bagi kantong para milenial dan mahasiswa. Untuk ukuran kedai kopi yang berada di ruko, harga dibawah Rp 20.000,- sepertinya memang menjadi tawaran yang tidak bisa dibiarkan.

20Coffee di desain untuk mereka yang menginginkan suasana Beberapa orang juga berpendapat bahwa kedai kopi dapat meningkatkan produktivitasnya dan beberapa kedai kopi di Indonesia menyediakan colokan dan internet super cepat.

Beberapa brand internasional seperti Starbucks Coffee dan Caribou Coffee bahkan mendesain kedai kopinya agar sesuai dengan gaya hidup “Ngongkrong” Indonesia.

Ide kreatif

Berbeda dengan bisnis kuliner lain yang harus berinovasi mati-matian, untuk bisnis coffee shop atau kedai kopi, yang dijual bukan sekedar rasa, tapi ide kreatif seperti yang dilakukan 20 Coffee.

Dalam konteks bisnis coffee shop atau kedai kopi, pemberian nama dan juga desain interior, menjadi ‘pasangan’ yang harus menyatu dengan selera, karena bisnis sejatinya adalah sebuah ide.

Selamat menikmati secangkir kopi di 20 Coffee.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *