Kasus Covid-19 Kota Bandung Makin Parah, Jumlah Positif Kini 3,763

corona bandung

Katalisnet.com, Bandung — Kasus positif  Covid-19 di Kota Bandung terus bertambah. Sebagaimana dilaporkan laman Pusat Informasi Covid-19  (Pusicov) Kota Bandung, total kasus konfirmasi positif hingga Rabu, 2 Desember 2020, mencapai 3.763 kasus.

Data tersebut berdasarkan update pukul 19:12 WIB. Ada penambahan 152 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 881 konfirmasi aktif,  sembuh 2,766 kasus, dan meninggal dunia sebanyak 116 orang.

Kecamatan Andir memegang rekor kasus aktif dengan 66 kasus, diikuti Arcamanik 57, Coblong 54, Kiaracondong  52, dan Sukajadi 47 kasus di posisi lima besar.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana, menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rapat pada Kamis (3/12/2020) bakal membahas penanganan terkait level kewaspadaan di Kota Bandung yang kembali masuk zona merah.

Baca Juga

Yana menegaskan, dalam forum rapat bakal menentukan sejumlah langkah penanganan virus corona di Kota Bandung. Dengan keterlibatan dan pandangan sejumlah pihak akan mendukung kebijakan yang akan diambil.

“Untuk bisa memutuskan itu ranahnya para pimpinan kota bersama stakeholder. Mudah-mudahan besok akan rapat dengan pimpinan kota untuk memutuskan langkah apa yang akan kita lakukan,” kata Yana pada acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Rabu (2/12/2020).

“Covid-19 ini day by day. Banyak faktor sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan,” ucap Yana.

Yana menambahkan, gugus tugas harus mempertimbangan dengan matang setiap kebijakan, termasuk juga mempertimbangkan dampaknya. Yakni menimbang secara proporsional antara sektor kesehatan yang bersebrangan dengan sektor ekonomi.

Yana menyatakan, Pemkot Bandung sudah memberikan instruksi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparat kewilayahan untuk melaksanakan evaluasi ketat terhadap penanganan Covid-19.

Tak lupa juga untuk didiplin menegakan aturan terhadap protokol kesehatan sesuai dengan regulasi. Di luar itu, Yana kembali mengimbau kepada masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protocol kesehatan. Bahkan, apabila memunginkan warga membatasi aktivitasnya.

“Kalau terpaksa keluar itu tolong protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Kuncinya kedisiplinan masyarakat juga, karena perggerakan manusia juga mempercepat penyebaran,” tuturnya.

Yana pun mengingatkan, sampai saat ini belum ada ahli yang mampu memperkirakan secara tepat kapan pandemi Covid-19 berakhir. Bahkan sekalipun keberadaan vaksin semakin dekat, saat ini antispasi virus corona tetap bergantung pada kedisiplinan protokol kesehatan.

“Karena kalau masyarakat tidak memroteksi diri kemungkinan terpapar. Sekarang klaster keluarga tinggi. Mungkin di kantoran juga. Ini konsekuensi dari pelacakan yang terus dilakukan Pemkot Bandung,” katanya. (Humas Kota Bandung).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *